Selasa, 01 Maret 2016

Prediksi Peneliti di Journal Climatic Change Bikin Ngeri


SEBUAH penelitian yang diterbitkan Journal Climatic Change oleh sekelompok ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research, bikin ngeri. Dalam hasil penelitiannya, mereka mengatakan kalau tingkat emisi karbon dan gas rumah kaca tidak segera dikontrol, suhu gelombang panas akan mulai meningkat bahkan sejak tahun 2050.

Mereka juga menemukan bahwa gelombang panas yang saat ini terjadi hanya sekali setiap 20 tahun bisa terjadi setiap tahun dalam waktu dekat. Dan ini bukan insiden terisolasi. Nah, yang bikin ngeri adalah, studi ini memprediksi bahwa pada 2075, 60 persen dari permukaan tanah di Bumi bisa mengalami peristiwa yang dramatis.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang gelombang panas yang ekstrim lebih mungkin untuk menjadi lebih panas daripada yang dialami di masa sekarang, dengan gelombang panas di 60 persen dari permukaan tanah memiliki suhu 5,4 derajat Fahrenheit lebih hangat daripada gelombang panas sekarang. Ngeri banget nih… (*) 

Guinness World Records Umumkan Rekor Kecepatan Skateboard Listrik, Siapakah Dia?


HARI ini, Guinness World Records announced mengumumkan bahwa rekor baru telah dibentuk. Kecepatan tercepat yang tercatat pada skateboard listrik tersebut cukup mengejutkan 59,55 mph (95,83 kilometer per jam). Rekor tersebut dicapai oleh Mischo Erban, seorang longboarder asal Kanada berusia 32 tahun seperti dirilis Popular Science . Sila cek video yang diunggah oleh Guunness World Rekords di YouTube. (*)


Minggu, 28 Februari 2016

Desa Pinggan, Salah Satu Tempat Teindah di Bali


KALAU kamu anak muda Bali yang gaul dan suka jalan-jalan, pasti tahu dong yang namanya Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali? Bagi yang belum tahu, coba deh cek lokasinya di maps. Kalau mau lebih asyik, datanglah sebelum matahari untuk melihat sunrise. Bisa juga pada malam hari untuk melihat lampu-lampu di perkampungan. Untuk mendapatkan keduanya, malah ada yang datang selepas tengah malam supaya lebih puas menikmati keindahan yang eksotis di sana. Tapi tahukah kamu kalau lokasi ini ternyata tidak begitu dikenal oleh warganya. Pernah seorang teman bertanya kepada warga sekitar mereka malah bingung ketika ditanya spot terbaik di desanya hehehe….

Desa Pinggan sendiri adalah desa yang berada di kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Desa Pinggan memiliki jumlah penduduk sekitar 430 KK. Di desa ini terdapat pura jagat yaitu Pura Dalem Balingkang. (*)

 Mari Cek koordinat yang asyik untuk foto-foto:

View Desa Pinggan 1
































Foto-foto: dari google




Minggu, 21 Februari 2016

Pemuda Jehem Dirikan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

PARA Pemuda Desa Jehem Bangli melakukan aksi solidaritas menolak reklamasi Teluk Benoa, Minggu siang (21/2). Padahal, Bangli tak memiliki pantai. Pemuda Jehem menggelar solidaritas menolak reklamasi Teluk Benoa dengan mendirikan Baliho. 
Sebelum mendirikan baliho, Pemuda Jehem yang tergabung di dalam Solidaritas Pemuda Jehem Tolak Reklamasi Teluk Benoa berkumpul sekitar pukul 11.00 dan mencari mencari bambu di kebun kemudian mulai merakit bambu untuk pemasangan baliho. Sekitar pukul 13.00 baliho sudah selesai di rakit kemudian dibawa beramai-ramai untuk dipasang di perempatan Desa Jehem.

-  Lembongan Ikut Tolak Reklamasi Teluk Benoa



Menurut humas  dari kegiatan tersebut, Putu Tedy Alfred Mahendra, solidaritas penolakan reklamasi Teluk Benoa ini dilakukan karena mereka sudah melihat ke belakang dan belajar dari sejarah tentang apa yang terjadi dengan keadaan pantai-pantai bagian timur pulau Bali pasca reklamasi pulau serangan. Dampak reklamasi Serangan mengakibatkan terjadinya abrasi di sepanjang pesisir timur pulau Bali.
Menurutnya, sampai saat ini perbaikan-perbaikan masih aktif dilakukan dengan cara mengurug garis pantai dengan batu-batu besar. Hal ini menyebabkan kealamian pantai Bali sudah mulai terancam dan membuat anggaran daerah yang seharusnya bisa untuk kesejahterahan masyarakat justru terpaksa digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan pembangunan bisnis pariwisata.

“Kami yang berada di Bangli menyatakan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa sebagai rasa solidaritas persaudaraan terhadap masyarakat pesisir pulau Bali yang akan terdampak langsung dari mega proyek reklamasi yang berkedok revitalisasi. Ini sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam Bali demi kelangsungan hidup generasi dimasa depan,” paparnya. (*)

Lembongan Ikut Tolak Reklamasi Teluk Benoa

NUSA PENIDA- Satu persatu wilayah di Bali semakin berani menunjukkan sikap dan kepeduliannya terhadap Teluk Benoa. Kali ini elemen masyarakat Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Klungkung menyatakan diri dengan tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.
Dalam mempertegas aksinya, ratusan pemuda dan puluhan peselancar warga asli Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ini menggelar aksi damai dengan berjalan kaki sejauh 2 kilo meter dari catus pata Desa Lembongan hingga Jembatan Kuning penghubung Lembongan dan Ceningan sambil memungut sampah pada Minggu pagi (21/2).


-  Suarakan Tolak Reklamasi Saat Valentine

-  TELUK BENOA DILINDUNGI 'BHATARA SESUHUNAN' PURA GAING-GAING: PENYAWANGAN PURA DALEM KARANG TENGAH

-  Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Samas Kunjungi Pura Pesisir

Komang Muliawan, 29 yang menjadi humas di dalam kegiatan tersebut, di sela-sela aksi menjelaskan aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian terhadap Teluk Benoa yang mau di reklamasi seluas 700 hektar. "Meski kami jauh dari Teluk Benoa, tetapi kami meyakini bahwa reklamasi tersebut akan berdampak pada pulau kami," ujarnya.
Lebih lanjut, dalam penjelasanya menjelaskan, sepanjang pesisir barat pulau Ceningan serta selatan dan utara pulau Lembongan sudah mengalami pengkikisan pesisir yang cukup parah akibat reklamasi di Serangan. "Kami ini hidup di pulau yang kecil, pulau kami berhadapan dengan Samudra Hindia, jika reklamasi dilakukan, berdasarkan riset para ahli akan berdampak pada pulau kami juga," ujarnya di sela-sela aksi.
Nusa Penida yang terdiri dari 3 pulau, yakni Nusa Gede (Penida), Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ini juga dikatakan kehidupannya seratus persen dari laut dan wisata bahari. Untuk itu pula, Muliawan mengajak untuk sama-sama menjaga kehidupan biota laut dan terumbu karang. "Laut mestinya kita jaga, jangan di rusak dengan melakukan reklamasi seperti yang akan dilakukan di Teluk Benoa," harapnya.
Meski begitu, Muliawan mengatakan hal ini bukan sebagai wujud anti terhadap investor. "Bukan, kami bukan anti investor, tetapi kami anti kepada investor yang memaksakan kehendak dan namun juga mengabaikan lingkungan," tegasnya.
Sementara itu, Gede Lama, 35, yang juga salah satu peserta aksi meminta agar pembangunan tidak hanya dilakukan di Bali Selatan saja, namun juga harus diperhatikan di wilayah lainnya. "Banyak daerah di Bali yang perlu dikembangkan, Bali mesti dilakukan pemerataan pembangunan juga, agar tidak terjadi ketimpangan," harapnya.

Selain aksi bersih - bersih dan pemasangan baliho penolakan diberbagai titik di Lembongan dan Ceningan, dalam aksi damai ini, para peselancar pun ikut unjuk gigi dengan melakukan aksi paddle dengan board selancar diikuti jukung kecil dengan membawa sepanduk besar ketengah laut. (ForBali)

Kamis, 18 Februari 2016

Suarakan Tolak Reklamasi Saat Valentine

STT Banjar Lebah Tolak Reklamasi Teluk Benoa.
BERTEPATAN dengan hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari, di Kota Denpasar, dukungan penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa malah semakin gencar dilakukan oleh kaum muda Bali.
Seolah tak pernah lelah untuk terus berjuang, Sekaa Teruna Teruni Yowana Jaya, Banjar Lebah, Desa Adat Sumerta, Denpasar kembali turun ke jalan untuk mempertegas sikapnya dalam menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.

-  Lembongan Ikut Tolak Reklamasi Teluk Benoa


Puluhan pemuda ini melakukan lonch march dengan berjalan kaki dari Bale Banjar Lebah dan kemudian memasang dua baliho di pertigaan Jalan Hayam Huruk arah ke Jalan Kecubung dan perempatan Jalan WR Supratman, arah Jalan Kecubung, Denpasar.
Dua buah Baliho berukuran 3 X 4 meter ini gagah berdiri di salah satu jalan utama kota Denpasar tersebut. Dalam baliho tersebut, tegas tertulis "Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Batalkan Perpres 51 Tahun 2014" dipasang dengan aksi arak-arakan serta iring-iringan Bale Ganjur. "Ini sudah ke 8 kali nya kami memasang Baliho, sebelumnya sudah 4 baliho dirusak oleh orang yang tidak dikenal," ungkap Nyoman Gegel Juniartha sebagai salah satu peserta aksi.
Total saat ini, sudah sekitar 10 Baliho penolakan pernah dipasang oleh Pemuda Banjar lebah ini. “Kami sengaja memilih hari Valentine untuk memasang Baliho, karena bentuk kasih sayang tidak hanya dengan kekasih, tetapi juga pada bumi dan alam,” tuturnya.
Rencana reklamasi di Teluk Benoa seluas 700 ha yang digembar-gemborkan akan menyerap banyak tenaga kerja terutama anak muda Bali ini justru di tolak oleh anak muda itu sendiri.
Hal ini pun disesali oleh Koordinator Pemuda Banjar Lebah Tolak Reklamasi,  I Gusti Ngurah Agung Sandhi Sugiantara  saat ditemui di sela aksi berlangsung. “Saya gagal paham dengan sikap pemerintah yang justru mengabaikan suara rakyatnya. Jelas ini ditolak oleh sebagian besar masyarakat Bali, kenapa mesti dipaksakan?," ujarnya.
Sandhi berharap kepada penguasa di Pulau Dewata ini untuk memiliki keberpihakan kepada Rakyatnya. “Suara rakyat Bali jelas menolak, buktinya, Desa Adat pesisir yang ada di Teluk Benoa pun sudah menyatakan sikap penolakannya secara resmi, mestinya pemerintah menghargai nya,” tuturnya.
Para generasi muda ini tetap meminta kepada Presiden RI  Joko Widodo untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dan Batalkan Perpres 51 Tahun 2014.
Aksi pemuda Banjar Lebah yang dimulai pada pukul 17.00 hingga pukul 18.00 ini pun berjalan dengan lancar dan tertib. Begitu pun massa aksi, seusai aksi, mereka melanjutkan membuat ogoh-ogoh untuk ditampilkan pada pengerupukan sebelum hari raya Nyepi nanti. (ForBali)




OJK Beri Pukulan Besar untuk Industri Batubara

INDUSTRI pertambangan batubara di Indonesia telah mendapatkan pukulan besar dengan pengumuman oleh regulator jasa keuangan negara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa bank harus menghentikan pinjaman untuk proyek-proyek pertambangan di Kalimantan Timur.


Kalimantan Timur, mengandung 28 persen dari total cadangan batu bara Indonesia. Areal seluas negara Swiss telah dialokasikan untuk pertambangan di seluruh provinsi, dengan kerusakan masif hutan, pencemaran persediaan air dan perpindahan masyarakat setempat.


OJK memiliki kekuatan untuk mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia dengan proyeksi promosi stabilitas keuangan. Peraturan tersebut dibuat karena harga batu bara yang terus turun, sehingga dinilai berinvestasi dalam proyek-proyek batubara terlalu berisiko.


Ini adalah peraturan perbankan pertama yang melarang pembiayaan untuk pertambangan batubara berdasarkan eksposur kredit industri.


Beberapa bank di Indonesia sudah diketahui terkena kredit macet di pertambangan batu bara, baik secara langsung melalui operasi pertambangan, atau tidak langsung melalui kredit konstruksi untuk proyek-proyek pertambangan. Lembaga kredit Fitch menulis tahun lalu: "Kombinasi berkelanjutan harga lemah batubara dan over-supply akan terus menantang profil kredit dari sektor pertambangan, dengan penambang kecil paling berisiko."


“Ini menjadi pukulan penuh terhadap ambisi industri batu bara Indonesia, dan memberikan dampak hidup kepada ribuan orang di Kalimantan Timur yang hidupnya telah hancur oleh industri pertambangan batu bara,” kata Arif Fiyanto, juru kampanye senior untuk Greenpeace Indonesia.
"Tidak ada prospek pemulihan harga batubara. Bagi Indonesia ini adalah perjudian masa depan pada batubara. Pengumuman OJK membuatnya menjadi semakin jelas, pinjaman untuk pertambangan menjadi sangat berisiko bagi lembaga keuangan, dan semua bank harus menghentikan dana operasi untuk batubara di Indonesia. "


IMF, dalam sebuah catatan baru pada sektor perbankan Indonesia, mengatakan kewajiban sektor batubara naik sekitar 30% sejak tahun 2008, sedangkan pendapatan operasi tumbuh hanya 10% dan keuntungan menurun. Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia, dan penambang terbesar Bumi Resources telah berjuang dengan kebangkrutan selama lebih dari satu tahun sekarang.
Pemerintah Indonesia telah memotong harga acuan batubara thermal (HBA). Harga batubara saat ini  US $ 53,20 per metrik ton pada bulan Januari (rekor terendah baru), yang turun dari US $ 109,29 pada Januari 2012.


Sebagian besar paparan kredit macet di Kalimantan Timur adalah penambang skala menengah dan kecil. Mereka lebih cenderung dibiayai oleh bank-bank Indonesia, karena perusahaan batubara yang lebih besar memiliki akses ke pasar modal dan bank internasional. (greenpace Indonesia)